KULIAH UMUM MENTAN RI

Masih dalam rangkaian hari Pahlawan, Universitas Negeri Makassar menghadirkan Menteri Pertanian RI Dr. H. Syahrul yasin limpo, S.H., M.Si., M.H. dalam Kuliah Umum ‘Penguatan Kompetensi Agropreneur Mahasiswa Menuju Swasembada Pangan Indonesia’. Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. beserta seluruh pimpinan Universitas dan Fakultas di lingkungan UNM juga turut hadir pada kegiatan tersebut. Sebanyak 300 peserta hadir di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM dan 400 peserta mengikuti Kuliah Umum secara daring via Zoom meeting yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut dalam sambutannya, Husain Syam sebagai Rektor UNM merasa rindu dan mengapresiasi kehadiran Menteri Pertanian RI di tengah kesibukan yang padat. Dikatakan pula bahwa kegiatan semacam ini adalah hal yang penting, “Perguruan Tinggi harus selalu menyikapi seluruh problematika yang ada” terangnya. Lebih jauh Husain Syam menyatakan Visi Misi UNM adalah berwawasan kependidikan dan kewirausahaan yang selanjutnya sering disampaikan juga bahwa identitas Universitas Negeri Makassar adalah kampus entrepreneur. Selain itu UNM telah menerapkan kampus berbasis digitalisasi sehingga diharapkan civitas UNM dapat bersaing secara global. Secara umum Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. menegaskan peran UNM dalam mendukung Agropreneur  di Indonesia yang selaras dengan visi misi UNM. Diakhir sambutan Rektor UNM mengharapakan dengan adanya Kuliah Umum dapat memberi pencerahan dan motivasi kepada para peserta yang hadir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kuliah umumnya mengangkat istilah Era Abandon yaitu era yang melampaui perkiraan manusia sebelumnya, era serba berkecukupan yang sudah terfasilitasi dengan sains, riset dan teknologi, terbuka bagi mereka yang mau memanfaatkannya sehingga “you become what you think” jelasnya. Kemudian beliau menjelaskan bahwa Agropreneur dimulai dari kapasitas dengan kritis, kreatifitas yang lebih dan didorong dengan behavior atau prilaku, mengambil contoh filosofis  bugis makassar yaitu “sekali layar terkembang surut dia berpantang” katanya.

Mentan juga membahas kondisi aktual saat ini dimana terjadi pandemic covid-19 dan beliau menggambarkan kondisi menurunnya perekonomian masyarakat Indonesia maupun dunia. Menghadapi tantangan tersebut maka kreatifitas harus dimunculkan dengan pendekatan-pendekatan yang lebih salah satunya pada sektor pertanian dengan pemanfaatan teknologi. Mentan RI yang pernah menjabat Gubernur Sulsel 2 Periode ini membandingkan era pertanian dulu dan sekarang. Pertanian saat ini di era industry 4.0 adalah pertanian yang memanfaatkan teknologi digital, teknologi wireless dan big data, artificial intelligent, robot construction, IoT serta pencitraan satelit.

Dalam Presentasinya beliau menyampaikan ada 4 teknologi yang berkembang saat ini yaitu kecerdasan buatan, bioteknologi, nanoteknologi, system jaringan dan komputasi (cloud, big data, IoT). Mentan mencontohkan penerapan teknologi digital di Kementerian Pertanian dalam rangka pembangunan pertanian di Indonesia, diantaranya dibangunnya Agriculture War Room AWR yaitu pusat control seluruh Indonesia terkait masalah pertanian, autonomos tractor/ traktor tanpa awak, robot tanam padi serta drone penebar benih.

Berdasarkan data BPS dalam paparannya, hanya pertanian yang mampu menyangga pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 16,24% saat ini dimana sektor lainnya mengalami penurunan atau minus. Syahrul Yasin Limpo menegaskan lagi dengan penuh optimis dengan mengatakan, “Kamu tidak akan miskin kecuali kamu mau jadi orang miskin”, sebab menurutnya era saat ini tersedia untuk segalanya, namun hal yang paling menentukan adalah kapasitas kritis, prilaku dan kerja keras. Mentan mengutip kata Presiden “tidak ada keringat yang mengingkari janji” tutupnya.