Sejarah Singkat

SEJARAH SINGKAT

Sejarah Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT. TIK) UNM dimulai sudah sejak lama.  Sebelum UPT. TIK terbentuk, pengelolaan TIK di UNM di lakukan oleh UPT. BKS/SISDIKSAT, UPT ini sesungguhnya merupakan bagian dari badan kerjasama Indonesia Timur dalam rangka pengembangan Sistem Pendidikan Satelit. Sistem ini mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi internet yang memungkinkan sistem pendidikan jarak jauh yang lebih murah, efektif dan efesien. Karena alasan itupula BKS/SISDIKSAT lebih berkonsentrasi pada pengembangan TIK di UNM. Dengan unit pendukungnya, sampai awal 2008, BKS/SISDIKSAT telah melakukan pengembangan berbagai layanan TIK dilingkungan UNM seperti aplikasi web server, email server, dan data base server, jaringan komputer lokal pada setiap kampus serta jaringan antar kampus UNM pada 4 lokasi kampus yang berjarak hingga 5 km. UNM juga telah terkoneksi dengan backbone DIKTI melalui simpul Inherent yang ada di UNHAS dengan menggunakan antenna canopy point to point pada frekuensi 2,4 Ghz dan mikrotic point to point pada frekuensi 5,8 Ghz. Selain itu, UNM juga telah terhubung dengan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) melalui antena VSAT serta pada awal tahun 2009 telah melakukan kesepatan dengan seamolec untuk melakukan koneksi pembelajaran jarak jauh melalui teknologi multitasking. Yang paling muktahir adalah UNM telah terkoneksi ke IdREN. IdREN adalah salah satu platform untuk memudahkan research and knowledge collaboration. Platform ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di era serba digital seperti saat ini.

Aktivitas yang telah dilaksanakan antara lain: peningkatan layanan Akses intranet dan internet, pengembangan sistem informasi akademik, dan peningkatan kemampuan staf akademik dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran berbasis TIK, serta pengembangan sistem aplikasi untuk kepentingan stakeholder.

Perluasan akses tugas dan tanggung jawab BKS/SISDIKSAT mendorong diperlukannya perubahan nama unit penunjang BKS/SISDISAT menjadi UPT. ICT Center UNM pada awal tahun 2009. Hingga penghujung tahun 2015, layanan jaringan yang telah dilakukan oleh ICT Center adalah 6 kampus UNM, yaitu kampus Gunung Sari, kampus Parang Tambung , kampus Banta-Bantaeng, kampus Tidung, Kampus UNM Bone, Kampus UNM Pare-Pare. Terdiri dari 9 fakultas Sarjana dan Program Pascasarjana. Implementasi penggunaan/ pemanfaatan TIK, yaitu:

  • Dari sisi hardware dan jaringan intra/internet yang menghubungkan node-node dalam lingkup kampus UNM dengan memanfaatkan teknologi wireless LAN sebagai backbone dan bandwidth distribute.
  • Saat ini UNM telah memiliki SIA mencakup data master (dosen/mahasiswa dan mata kuliah), data transaksi akademik (penugasan, KRS dan nilai KHS dan Transkrip) dan lain-lain dengan kondisi data 90%.
  • Saat ini telah dikembangkan sistem informasi lainnya diantaranya simpeg, simkeu, sima, sim alumni dll, yang diharapkan rampung akhir tahun 2020.
  • Saat ini telah dibangun jaringan Fiber Optik antar gedung dalam lingkungan kampus Gunungsari, Parangtambung, Tidung, Banta’bantaeng.
  • Akan dibangun platform infrastruktur, jaringan internet serta web dan aplikasi terintegrasi yang mengacu pada Teknologi Pendidikan 4.0 yg merupakan turunan dari Teknologi Industri 4.0 yg digagas oleh Pemerintah RI.

Selanjutnya perkembangan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi di UNM terus berlangsung dengan penuh dinamika. Mengingat pentingnya peran sistem TIK bagi kelangsungan kegiatan pendidikan, penelitian dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar serta dengan beralihnya UNM dari institusi Pendidikan berbasis satuan kerja menjadi badan layanan umum (BLU), maka pada tahun 2018 ditetapkan perubahan nama menjadi UPT. TIK yang sebelumnya bernama UPT. ICT Center sebagai pusat yang memiliki kewenangan dalam melakukan pengembangan Teknologi dan pelayanan TI di seluruh UNM berdasarkan  Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi (PERMENRISTEKDIKTI) Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2019 tentang Organisasi dan tata kerja Universitasi Negeri Makassar. Dengan kondisi fasilitas UNM yang berada di 5 lokasi kampus yang berbeda, maka sangat dibutuhkan jaringan TIK yang handal untuk melayani koneksi komunikasi data agar percepatan kinerja transfer data pendidikan dan hubungan komunikasi antar lokasi dapat dilakukan tanpa hambatan sedikitpun. Bahkan komunikasi data juga dilakukan dengan beberapa instansi di didalam dan luar negeri.

Seiring dengan perkembangan dinamika kampus UNM yang menuntut peningkatan kapasitas TIK dan mampu melakukan lompatan besar dalam implementasinya, maka diperlukan peningkatan SDM, pengembangan aplikasi & content, serta peningkatan infrastruktur hardware dan jaringan intra/internet yang baik agar kampus UNM dapat bersaing dengan kampus-kampus besar di Pulau Jawa bahkan kampus-kampus luar negeri dalam mencapai visi dan misi universitas. Berapa perbaiakan dan peremajaan dari sisi infratruktur dan SDM terus dilakukan, antara lain :

  • Membentuk divisi baru dengan melakukan rekrutmen SDM baru dengan skil yang mumpuni. Divisi ini adalah divisi programming yang memiliki tupoksi untuk membenahi semua aplikasi-aplikasi  dan layanan berbasis TIK yang ada di UNM.
  • Bekerjasama dengan perusahaan BUMN dalam hal ini PT. TELKOM dalam memberikan supporting layanan internet bagi seluruh civitas akademika UNM dengan sistem akun SSO (Single Sign On) yaitu akun yang bisa digunakan di dalam kampus dan juga diluar kampus menggunakan jaringan wifi.id.
  • Peremajaan Server pada data center UNM menggunakan teknologi yang terbaru guna peningkatan kualitan layanan aplikasi yang ada di UNM.
  • Pembenahan dan penambahan jumlah dan kualitas laboratorium komputer yang bisa digunakan oleh civitas akademika UNM dalam proses pembelajaran ataupun bisa digunakan oleh pihak luar sebagai income generate bagi UNM.
  • Pembenahan dan renovasi ruang video conference (VICON) dalam upaya memberikan kenyamanan dan peningkatan kualitas dalam ber video conference.